tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini tak ada artinya lagi
syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Jangan menyerah…
Thursday, September 10, 2009
Wednesday, September 09, 2009
H-I-D-U-P 2
Hujan mereda
Angin tak lagi bertiup kencang
Ombak mulai tenang
Kami bernafas lega
Tapi langit masih mendung
Petir masih menggelegar
Hujan bisa datang lagi
Ombak bisa mengamuk lagi
Kami mengirim kode minta pertolongan
Untuk setiap kapal yang mungkin lewat
Satu kapal warna biru mendekat
‘kapal kami terlalu sempit untuk menampung kalian semua’ katanya
lalu mereka pergi
kapal merah melihat kami
‘maaf, kapal kami hanya untuk para pembesar saja’katanya
lalu mereka pergi
kapal hitam melihat dari jauh
‘tujuan kita tak searah’ katanya
mereka pun pergi
oh,
adakah kapal yang mau menolong kami
sebelum hujan turun lagi
sebelum ombak mengamuk lagi
sebelum angin berhembus lagi…
Angin tak lagi bertiup kencang
Ombak mulai tenang
Kami bernafas lega
Tapi langit masih mendung
Petir masih menggelegar
Hujan bisa datang lagi
Ombak bisa mengamuk lagi
Kami mengirim kode minta pertolongan
Untuk setiap kapal yang mungkin lewat
Satu kapal warna biru mendekat
‘kapal kami terlalu sempit untuk menampung kalian semua’ katanya
lalu mereka pergi
kapal merah melihat kami
‘maaf, kapal kami hanya untuk para pembesar saja’katanya
lalu mereka pergi
kapal hitam melihat dari jauh
‘tujuan kita tak searah’ katanya
mereka pun pergi
oh,
adakah kapal yang mau menolong kami
sebelum hujan turun lagi
sebelum ombak mengamuk lagi
sebelum angin berhembus lagi…
Thursday, September 03, 2009
H-I-D-U-P

Kado-kado duduk dengan manis di dalam perahu kami
Mereka tidak sabar ingin cepat sampai di pelabuhan
Ada gelang untuk mama. Ada dasi untuk papa.
Ada boneka untuk adik. Ada robot2an untuk kakak.
Ada sisir untuk tante. Ada asbak untuk om.
Ada gelas untuk tetangga. Ada toples untuk sahabat.
Kini, perahu kami berlayar di tengah laut.
Langit mendung dan berangin
Kami tetap berlayar
Kali ini langit mengirimkan hujan. Gerimis.
Pancaran kilat terlihat dari jauh.
Gelegarnya masih meredam.
Kami tetap berlayar
Lambat laun titik hujan makin deras dan tebal
Kami sulit melihat
Angin makin keras menghembus
Kami kedinginan
Gelegar petir semakin membahana
Kami ketakutan
Perahun makin berayun-ayun
Tapi kami tetap berlayar
Sekarang layar perahu kami patah 1
Membuatnya kurang seimbang dan bisa terbalik sewaktu2
Langit tidak berhenti menurunkan hujan
Bahkan semakin deras
Angin membuat ombak mengayun2kan perahu kami lebih gila lagi
Kami harus bertahan. Kami ingin bertahan.
Kami masih harus mengantar kado-kado sampai di pelabuhan
Kado-kado itu bergantung pada kami
dan mama, papa, adik, kakak, tante, om, tetangga, sahabat
menunggu kado-kado itu sampai di tangan mereka
Gelegar petir terdengar lagi.
Apakah kami bisa bertahan?
Monday, August 31, 2009
Friday, August 28, 2009
Guilty By Shopping

I've bought a very nice black satin dress for only 125rb!!
A cute red blouse with ruffles accent below the neck
A black trouser which is urgently needed (at least that's what I'm thinkin')
and finally, a nail polish remover
It's happened after i bought a pretty cardigans from mba Mira..
And now i feel guilty of it.. ;P ;P
Tuesday, August 25, 2009
Ajang Miss Universe 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)



