Di group BBM ada berbagai macam kisah2 yang seru buat di share. Ini salah satunya :
Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."
Sahabat,
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran ϑî atas, adalah :
"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."
Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA”.
Showing posts with label Life oh Life. Show all posts
Showing posts with label Life oh Life. Show all posts
Tuesday, June 14, 2011
Monday, February 07, 2011
Yesterday Once More
Suatu malam di rumah sambil menemani Efan tidur, saya memperhatikan satu foto yang digantung di tembok kamar. Itu foto saya dan keluarga kira2 diambil sekitar thn 1999 di halaman rumah Opa di Malang, Jawa Timur.
Saat itu Opa dan Oma memang sudah wafat beberapa tahun sebelumnya tapi kami tetap rutin setahun sekali kami tetap mengunjungi rumah beliau. Itung2 sbg rumah peristirahatan.
Memori saya bergerak ke masa itu. Terbayang sejuknya kota Malang, juga asrinya rumah Opa karena Oma senang berkebun. Rumah yang terletak di belakang IKIP Malang pas di sudut jalan. Alamatnya pun mudah diingat : Jl. Semarang No. 1.
Mari kuajak berkeliling. Begitu sampai, kau akan disambut dengan lingkungan yang hening. Bila kau membuka pagar setinggi paha itu, ada paving blok yang mengarahkan kakimu ke teras depan. Pencetlah bel pintu yang berdekatan dengan tulisan F.PATTY. Itu nama Opa.
Masuk ke dalam, kau akan berhadapan dengan ruang tamu. Sofa kayu dengan bantalan bermotif kotak. Sofa itu sekarang ada di rumah mama, sebagai salah satu warisan. Bersebelahan dengan ruang tamu, ada ruang makan yang dilengkapi TV lama 21inch. Meja makan bundar antik dikelilingi bufet hitam berukir punya Oma. Biasanya kami makan sambil nonton tv.
Masuk ke dalam, kau akan berhadapan dengan ruang tamu. Sofa kayu dengan bantalan bermotif kotak. Sofa itu sekarang ada di rumah mama, sebagai salah satu warisan. Bersebelahan dengan ruang tamu, ada ruang makan yang dilengkapi TV lama 21inch. Meja makan bundar antik dikelilingi bufet hitam berukir punya Oma. Biasanya kami makan sambil nonton tv.
Masuk ke dalam lagi, kau mulai berpencar. Ke kanan, masuk kamar tidur utama. Kamar Oma dan Opa. Dilengkapi furnitur yang berwarna putih. Ada kamar mandi kecil dalam kamar yang dilengkapi water heater. Kami biasanya tidur di sini. Di atas tempat tidur ada rak kecil yang diisi foto-foto keluarga. Foto-foto anak, menantu sampai cucu-cucu tak ada yang ketinggalan. Fotoku yang dipajang di situ adalah waktu aku berumur 2 tahun, pakai baju merah sedang pegang kembang sepatu.
Bersebelahan dengan kamar utama, ada ruang kerja Opa. Berisi lemari, meja kerja dan kursi. Terakhir ditambah 1 tempat tidur single lagi. Ruang kerja Opa punya 1 jendela yang mengarah jalan luar.
Bila tadi kau memilih ke kiri, kau bertemu dengan 2 kamar lagi, yang sekarang jadi kamar kos-kosan. Ada 2 kamar mandi di depan kamar. Rumah Opa termasuk rumah lama dimana langit-langit rumah masih tinggi sehingga menimbulkan kesan besar dan luas.
Bila tadi kau lurus saja, kau akan masuk ke bagian belakang rumah. Teras di belakang rumah yang bergandengan dengan dapur dan kamar mandi pembantu. Oma gemar membuat kue. Beliau juga hobi merangkai bunga. Ditambah dengan aktifitas kreatif yang lainnya. Memuat topi, menyulam, you name it lah. Biasanya Oma meluangkan sebagian besar waktunya di sini. Canda tawa, pertukaran cerita dan diskusi keluarga juga biasa dilakukan di sini.
Di belakang juga ada kebun yang apik. Rapih dan bersih. Tadinya ada gubuk tempat si Mbok tidur. Si Mbok dan suaminya yang tukang kebun sangat setia bekerja untuk Oma dan Opa. Sejak Opa dan Opa wafat, mereka kembali pulang ke kampung.
Disamping kanan dapur, ada lagi ruangan yang tadinya kosong dirombak menjadi kamar-kamar kos. Rumah Opa yang berdekatan dengan kampus memang jadi lebih berguna untuk dijadikan kos-kosan putri.
Sekarang kami tak bisa lagi mengunjungi rumah di Malang, karena rumah itu sudah dijual.
Tapi, kenangan di hari itu, pagi-pagi sebelum jalan-jalan ke Alun-alun, kami berfoto dulu. Aku ingat foto-foto di pagi itu adalah foto-foto terbaik kami. Tak perlu buang uang untuk pergi ke studio foto.
Hari itu, saat itu, sepertinya hidup berjalan mudah. Sederhana. Sempurna.
Tidak ada konflik. Tidak ada keluhan. Tidak ada rasa kesal dan kecewa yang disimpan dalam hati. Tidak ada sakit atau sakit hati.
Saya kangen.
Saya kangen Papa. Saya kangen Oma Opa. Saya kangen rumah di Malang. Saya kangen rasa itu. Suasana itu.
ini foto di hari itu.
Labels:
A flick in my mind,
Life oh Life,
Ohana means Family
Thursday, January 20, 2011
Lagi Lemot
For the very first time in my life
thought I’ve lost a day
Seriously, gw pikir sekarang itu hari Rabu…
Gw inget banget pas td malem gw lembur
gw berpikir itu hari Selasa tgl 18
Dari tadi pagi gw bangun pun
dan pas mandi sambil mikir2 mau pake baju apa,
‘ah pake trouser + turtleneck aja, besok hari Kamis baru pake dress lagi..’
Bahkan pas tadi di kereta pun gw mikir,
‘tumben, minggu ini kok kayaknya hari berjalan lambat banget,
padahal kerjaan gw lagi banyak banget..’
Sampe tadi gw ngisi form overtime di kantor
gw nulis tanggalnya 18 Januari…
ngeh-nya waktu gw lagi kerja
di quotation terteranya tgl 20 Januari
pas gw liat kalender, ‘kok hari Kamis..?’
langsung konfirmasi ke Enno,
‘No, sekarang kan hari Rabu ya?’
‘hari Kamis, Ruthieee…’ kata Enno.
‘hari Rabu!..’ (masih ngotot)
‘Kamisss..’ kata Artis.
Gw bengong.
Kok bisa?
Pas dirunut pelan2…
Senin itu yang jalanannya macet pisan
sampe2 gw dari rumah jam 6 pagi, baru sampe kantor jam 10
Selasa itu yang si Nduth ada meeting di gereja
Rabu itu yang gw lembur
berarti emang sekarang …. hari Kamis…
Kok bisa?
Maksudnya, kok gw bisa selemot ini…?
Apa karena kurang istirahat? (tidur jam ½ 12an, bangun jam 5?)
Apa karena load kerjaan yang super duper numpuk?
Apa karena pergumulan gw sekarang ini?
Oh life…
God, amani utupe na ustawi…
thought I’ve lost a day
Seriously, gw pikir sekarang itu hari Rabu…
Gw inget banget pas td malem gw lembur
gw berpikir itu hari Selasa tgl 18
Dari tadi pagi gw bangun pun
dan pas mandi sambil mikir2 mau pake baju apa,
‘ah pake trouser + turtleneck aja, besok hari Kamis baru pake dress lagi..’
Bahkan pas tadi di kereta pun gw mikir,
‘tumben, minggu ini kok kayaknya hari berjalan lambat banget,
padahal kerjaan gw lagi banyak banget..’
Sampe tadi gw ngisi form overtime di kantor
gw nulis tanggalnya 18 Januari…
ngeh-nya waktu gw lagi kerja
di quotation terteranya tgl 20 Januari
pas gw liat kalender, ‘kok hari Kamis..?’
langsung konfirmasi ke Enno,
‘No, sekarang kan hari Rabu ya?’
‘hari Kamis, Ruthieee…’ kata Enno.
‘hari Rabu!..’ (masih ngotot)
‘Kamisss..’ kata Artis.
Gw bengong.
Kok bisa?
Pas dirunut pelan2…
Senin itu yang jalanannya macet pisan
sampe2 gw dari rumah jam 6 pagi, baru sampe kantor jam 10
Selasa itu yang si Nduth ada meeting di gereja
Rabu itu yang gw lembur
berarti emang sekarang …. hari Kamis…
Kok bisa?
Maksudnya, kok gw bisa selemot ini…?
Apa karena kurang istirahat? (tidur jam ½ 12an, bangun jam 5?)
Apa karena load kerjaan yang super duper numpuk?
Apa karena pergumulan gw sekarang ini?
Oh life…
God, amani utupe na ustawi…
Thursday, December 16, 2010
Long Time No Write
Astaganagasakti.
2 bulan belakangan ini
gw ngos-ngosan banget sama kerjaan.
heboh, pusing, ribet,
stres deh pokoknya.
Pas hari ini agak sedikit mendingan
jadinya disempetin buat nulis dikit.
Yah begitulah.
(beneran dikit nulisnya ;D)
2 bulan belakangan ini
gw ngos-ngosan banget sama kerjaan.
heboh, pusing, ribet,
stres deh pokoknya.
Pas hari ini agak sedikit mendingan
jadinya disempetin buat nulis dikit.
Yah begitulah.
(beneran dikit nulisnya ;D)
Monday, November 15, 2010
Office, Nowadays
Everybody is Kung Fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.(x2)
You are a natural,
Why is it so hard to see?
Maybe it’s just because,
You keep on looking at me.
The journey’s a lonely one,
So much more than we know,
But, sometimes you’ve got to go
Go on and be your own hero.
(chorus)
Everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.
You're a diamond in the rough,
A brilliant ball of clay.
You could be a work of art,
If you just go all the way.
Now what would it take to break?
I believe that you can bend,
Not only do you have to fight,
But you have got to win.
(chorus)
Cause everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.
You're a diamond in the rough,
A brilliant ball of clay.
You could be a work of art,
If you just go all the way.
Now what would it take to break?
I believe that you can bend,
Not only do you have to fight,
But you have got to win.
(chorus)
Cause everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning.
Although the future is a little bit frightening,
It's the book of your life that you're writing.
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.(x2)
You are a natural,
Why is it so hard to see?
Maybe it’s just because,
You keep on looking at me.
The journey’s a lonely one,
So much more than we know,
But, sometimes you’ve got to go
Go on and be your own hero.
(chorus)
Everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.
You're a diamond in the rough,
A brilliant ball of clay.
You could be a work of art,
If you just go all the way.
Now what would it take to break?
I believe that you can bend,
Not only do you have to fight,
But you have got to win.
(chorus)
Cause everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning
Although the future is a little bit frightening
It's the book of your life that you're writing.
You're a diamond in the rough,
A brilliant ball of clay.
You could be a work of art,
If you just go all the way.
Now what would it take to break?
I believe that you can bend,
Not only do you have to fight,
But you have got to win.
(chorus)
Cause everybody is Kung fu fighting,
Your mind becomes fast as lightning.
Although the future is a little bit frightening,
It's the book of your life that you're writing.
Tuesday, October 26, 2010
I Am That Person Who Own Those Blue Eyes
I want to know how does it feel
Behind those eyes of blue
You've made your mistakes
And now your heart aches
Behind those eyes of blue
People may say you've had your chance
And let it slip away
But hard as they try
There's a dream that won't die
Behind those eyes of blue
Maybe once in a while
There's a trace of a smile
Behind those eyes of blue
But it's painfully clear
There's a river of tears
Behind those eyes of blue
You know life is too short
For compromising
Take a hold of your dream
And realize it
You know there's nothing left
To stand in your way
Except yourself and I know
Though your hearts full of pain
That a hope still remains
Behind those eyes of blue
(Paul Carrack)
Behind those eyes of blue
You've made your mistakes
And now your heart aches
Behind those eyes of blue
People may say you've had your chance
And let it slip away
But hard as they try
There's a dream that won't die
Behind those eyes of blue
Maybe once in a while
There's a trace of a smile
Behind those eyes of blue
But it's painfully clear
There's a river of tears
Behind those eyes of blue
You know life is too short
For compromising
Take a hold of your dream
And realize it
You know there's nothing left
To stand in your way
Except yourself and I know
Though your hearts full of pain
That a hope still remains
Behind those eyes of blue
(Paul Carrack)
Thursday, September 30, 2010
My Morning Thought
i have lots of things in my mind lately.
as i quoted this person said to me,
'..after all, all of us will have our own path
and there's no other way unless to accept it..'
i know this will come soon or later
that things will never be the same again
in fact,
things in life are never the same
Below story represent my thought at this moment.
Memory and salt
I arrive in Madrid
at eight o'clock in the morning.
I will only be here a few hours,
so it's not worth phoning friends
and arranging to see them.
I decide to go for a walk alone
in my favourite places,
and I end up sitting smoking a cigarette
on a bench in the Retiro Park.
'You look miles away,' says an old man,
joining me on the bench.
'Oh, I'm here,' I say,
'but I'm sitting on this same bench
with a painter friend of mine, Anastasio Ranchal,
twelve years ago in 1986.
We are both watching my wife, Christina,
who has had a bit too much to drink
and is trying to dance the flamenco.'
'Enjoy your memories,' says the old man.
'But don't forget that memory is like salt:
the right amount brings out the flavour in food,
too much ruins it.
If you live in the past all the time,
you'll find yourself with no present to remember.'
taken from :
Stories for Parents, Children and Grandchildren Volume 1
by Paulo Coelho
as i quoted this person said to me,
'..after all, all of us will have our own path
and there's no other way unless to accept it..'
i know this will come soon or later
that things will never be the same again
in fact,
things in life are never the same
Below story represent my thought at this moment.
Memory and salt
I arrive in Madrid
at eight o'clock in the morning.
I will only be here a few hours,
so it's not worth phoning friends
and arranging to see them.
I decide to go for a walk alone
in my favourite places,
and I end up sitting smoking a cigarette
on a bench in the Retiro Park.
'You look miles away,' says an old man,
joining me on the bench.
'Oh, I'm here,' I say,
'but I'm sitting on this same bench
with a painter friend of mine, Anastasio Ranchal,
twelve years ago in 1986.
We are both watching my wife, Christina,
who has had a bit too much to drink
and is trying to dance the flamenco.'
'Enjoy your memories,' says the old man.
'But don't forget that memory is like salt:
the right amount brings out the flavour in food,
too much ruins it.
If you live in the past all the time,
you'll find yourself with no present to remember.'
taken from :
Stories for Parents, Children and Grandchildren Volume 1
by Paulo Coelho
Labels:
A flick in my mind,
Life oh Life
Wednesday, September 29, 2010
Satan Holds A Clearance Sale
Conscious of the need to move with the times,
Satan decided to sell off large part
of his stock of temptations.
He placed an advertisement in newspaper
and spent the whole of the next day
attending to customers in his workshop.
There were some amazing items for sale:
stones on which the virtuous could stumble,
mirrors that increased one's own sense of importance and
spectacles that diminished other people's importance.
Hanging on wall were a few other prize objects:
a dagger with a curved blade stabbing people in the back
and tape recorders that recorded only gossip and lies.
'Don't worry about the price!' cried old Satan
to any potential customers.
'Take it away with you today and pay me when you can!'
One visitor noticed two much-used tools
that had been relegated to corner.
They didn't look anything special,
but they were very expensive.
Curious, he asked the reason
for this apparent discrepancy.
'They're both very worn because
they're the tools I use most,' said Satan, laughing.
'I wouldn't want them to be too noticeable
because then people would know
how to protect themselves against them.
But they're both worth the asking price:
one is Doubt and the other is a Sense of Inferiority.
When all other temptations fail,
those two always work.’
taken from :
Stories for Parents, Children and Grandchildren Volume 1
by Paulo Coelho
Satan decided to sell off large part
of his stock of temptations.
He placed an advertisement in newspaper
and spent the whole of the next day
attending to customers in his workshop.
There were some amazing items for sale:
stones on which the virtuous could stumble,
mirrors that increased one's own sense of importance and
spectacles that diminished other people's importance.
Hanging on wall were a few other prize objects:
a dagger with a curved blade stabbing people in the back
and tape recorders that recorded only gossip and lies.
'Don't worry about the price!' cried old Satan
to any potential customers.
'Take it away with you today and pay me when you can!'
One visitor noticed two much-used tools
that had been relegated to corner.
They didn't look anything special,
but they were very expensive.
Curious, he asked the reason
for this apparent discrepancy.
'They're both very worn because
they're the tools I use most,' said Satan, laughing.
'I wouldn't want them to be too noticeable
because then people would know
how to protect themselves against them.
But they're both worth the asking price:
one is Doubt and the other is a Sense of Inferiority.
When all other temptations fail,
those two always work.’
taken from :
Stories for Parents, Children and Grandchildren Volume 1
by Paulo Coelho
Anakku, Pahlawanku
You know how much I hate cockroach.
Tadi malam abis pulang kantor
dan abis jemput cowo2 ganteng itu
gw pun bersiap-siap mandi.
Apa daya pas gw nyalain lampu kamar mandi
terlihat ada serangga biadab itu.
“Cameron..! tolongin mama dong.. ada kecoa tuh
di kamar mandi.. mama takut!!”
(gw ga ada pilihan lain selain manggil si Ganteng 1 itu
secara di rumah gw ga ada orang lagi)
“oh.. kecoa ya Ma. Sini, Ma, aku pukul kecoanya”
langsung gw modalin dia sandal jepit (buat mukul kecoanya)
yah, namanya anak kecil ya, bo..
jadi belum terlalu terampil
tu kecoa lari2 kesana kemari
jadinya si Cameron rada ribet juga
“udah pergi tuh, Ma, kecoanya.. uda aku usir..”
wah wah wah… ngga bisa itu..
prinsip gw, klo ada kecoa nongol
harus kudu wajib diburu sampek mati!
Ngga bisa dibiarin kabur!
“yaah, kecoanya kan belum mati, Ron..
ayo dicari lagi.. tuh dia tuh ngumpet dibalik ember..”
(putus asa takut si Cameron menyerah)
Setelah digubrak-gubrak embernya sama si Cameron
akhirnya, tu kecoa mengambil jalur yang salah
yaitu menuju ke pojokan kamar mandi
dan si Cameron bisa dengan leluasa bisa gaplok
tu kecoa pake sandal..
satu kali, dua kali, tiga kali
“nah, udah mati tu, Ma.. klo ada kecoa lagi,
bilang aja, Ma, nanti aku bantu..”
(sambil ngloyor pergi)
Ohhh… MY SON’S A HERO!!!!!
(langsung di arak keliling kampung pake tanjidor)
Tadi malam abis pulang kantor
dan abis jemput cowo2 ganteng itu
gw pun bersiap-siap mandi.
Apa daya pas gw nyalain lampu kamar mandi
terlihat ada serangga biadab itu.
“Cameron..! tolongin mama dong.. ada kecoa tuh
di kamar mandi.. mama takut!!”
(gw ga ada pilihan lain selain manggil si Ganteng 1 itu
secara di rumah gw ga ada orang lagi)
“oh.. kecoa ya Ma. Sini, Ma, aku pukul kecoanya”
langsung gw modalin dia sandal jepit (buat mukul kecoanya)
yah, namanya anak kecil ya, bo..
jadi belum terlalu terampil
tu kecoa lari2 kesana kemari
jadinya si Cameron rada ribet juga
“udah pergi tuh, Ma, kecoanya.. uda aku usir..”
wah wah wah… ngga bisa itu..
prinsip gw, klo ada kecoa nongol
harus kudu wajib diburu sampek mati!
Ngga bisa dibiarin kabur!
“yaah, kecoanya kan belum mati, Ron..
ayo dicari lagi.. tuh dia tuh ngumpet dibalik ember..”
(putus asa takut si Cameron menyerah)
Setelah digubrak-gubrak embernya sama si Cameron
akhirnya, tu kecoa mengambil jalur yang salah
yaitu menuju ke pojokan kamar mandi
dan si Cameron bisa dengan leluasa bisa gaplok
tu kecoa pake sandal..
satu kali, dua kali, tiga kali
“nah, udah mati tu, Ma.. klo ada kecoa lagi,
bilang aja, Ma, nanti aku bantu..”
(sambil ngloyor pergi)
Ohhh… MY SON’S A HERO!!!!!
(langsung di arak keliling kampung pake tanjidor)
Labels:
Life oh Life,
Ohana means Family
Friday, May 07, 2010
Kesempatan
Hidup.
Kadang di atas.
Kadang di bawah.
Kadang memberi.
Kadang menerima.
Kadang sakit.
Kadang sehat.
Kadang berkelimpahan.
Kadang bokek.
Kadang laper.
Kadang kenyang.
maksud lo??
yah, begitulah kehidupan ini *sigh*
kita ngga akan tau nikmatnya sehat kalo belum pernah sakit
ngga akan ngerti nikmatnya berkelimpahan kalo belum pernah bokek
ngga ngeh nikmatnya memberi kalo selalu menerima
ngga mudeng nikmatnya di atas kalo ngga pernah di bawah
semuanya kita lalui karena ada kesempatan
kesempatan untuk sehat
kesempatan untuk sakit
kesempatan untuk di atas
kesempatan untuk di bawah..etc.
kesempatan ada karena ada waktu
dan Tuhan memberikan kita kepercayaan untuk menentukan
mau ngapain kita sekarang
mau makan apa kita hari ini
mau kemana kita nanti
mau jadi apa kita besok..etc.
semuanya berdasarkan waktu
gimana kalo waktu kita uda gak ada?
tentunya kesempatan juga ngga ada
gimana kalo waktu kita terbatas?
kesempatan juga ngikut terbatas
gw jd inget waktu itu di bis waktu pulang kerja
ada pengamen nyanyi lagu rohis (rohani Islam)
stl tadi googling, baru tau judulnya "Demi Massa"
dan yang nyanyi itu grup RAIHAN
sebagian liriknya :
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan ksrna ia takkan kembali
Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
gw jadi suka lagu itu.
well, i pray for me and you
so that we can use our time wisely
and take every chance we have
to fill it to the fullest
Have a greeaaattt weekend, readers!
Kadang di atas.
Kadang di bawah.
Kadang memberi.
Kadang menerima.
Kadang sakit.
Kadang sehat.
Kadang berkelimpahan.
Kadang bokek.
Kadang laper.
Kadang kenyang.
maksud lo??
yah, begitulah kehidupan ini *sigh*
kita ngga akan tau nikmatnya sehat kalo belum pernah sakit
ngga akan ngerti nikmatnya berkelimpahan kalo belum pernah bokek
ngga ngeh nikmatnya memberi kalo selalu menerima
ngga mudeng nikmatnya di atas kalo ngga pernah di bawah
semuanya kita lalui karena ada kesempatan
kesempatan untuk sehat
kesempatan untuk sakit
kesempatan untuk di atas
kesempatan untuk di bawah..etc.
kesempatan ada karena ada waktu
dan Tuhan memberikan kita kepercayaan untuk menentukan
mau ngapain kita sekarang
mau makan apa kita hari ini
mau kemana kita nanti
mau jadi apa kita besok..etc.
semuanya berdasarkan waktu
gimana kalo waktu kita uda gak ada?
tentunya kesempatan juga ngga ada
gimana kalo waktu kita terbatas?
kesempatan juga ngikut terbatas
gw jd inget waktu itu di bis waktu pulang kerja
ada pengamen nyanyi lagu rohis (rohani Islam)
stl tadi googling, baru tau judulnya "Demi Massa"
dan yang nyanyi itu grup RAIHAN
sebagian liriknya :
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan ksrna ia takkan kembali
Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
gw jadi suka lagu itu.
well, i pray for me and you
so that we can use our time wisely
and take every chance we have
to fill it to the fullest
Have a greeaaattt weekend, readers!
Thursday, May 06, 2010
Seperti Semut Hitam

Waktu lagi isi bensin pas mo brangkat kerja
ngga sengaja ngliat ke bawah
Ada semut hitam yg agak gede (klo kata Cameron itu namanya semut bako)
lagi mencoba naik ke atas lewat sebuah batako yg dicat hijau
dengan lengkungan di sudut atasnya
Semut itu berkali2 terpeleset dan berkali2 jatuh,
mungkin karena batakonya di cat jadi lebih licin
walaupun berkali-kali jatuh, dia tetep berusaha naik lagi
mencari posisi/jalur yang tidak terlalu licin untuk dilalui
Satu kali dia hampir mencapai ke atas batako itu
tapi pas di bagian sudut lengkungnya, dia jatuh lagi
tetep dia usaha dan berkali-kali jatuh lagi
Sampai dia kemudian menemukan satu sisi
dimana sisi itu adalah batasan antara satu batako dan batako yang lain
sisi itu terbuat dari semen yang menempelkan batako-batako itu
naik ke situ, kali ini dia sama sekali tidak terpeleset dan jatuh
karena bahannya semen yang tidak licin seperti batako yang di cat tadi
Perjalanannya mulus, lancar, tanpa gangguan
Sampai akhirnya dia tiba juga di atas batako
dan kembali melanjutkan perjalanannya
Sekarang, gue sedang merasakan bahwa semut itu gue…
Monday, April 12, 2010
Being a Mother : a Lifetime Job
Gimana rasanya punya anak? Seorang teman yang single pernah nanya ini ke gue.
Menurut gue ilustrasinya kira-kira kayak gini :
Kalau baru jadian atau baru nikah, banyak pasangan bilang ‘you complete my life’.
Kalau udah punya anak ,’they perfect my life’
Kira-kira gitu deh
Kalo lagi manis-manis sih..ugh.. lucu-lucu, nggemesin dan ngangenin banget
Tapi kalo berandalnya lagi kumat (maklum lah cowo-cowo itu) ugh.. rasanya mau disimpen aja dibelakang lemari ;P
Kadang, kalo lagi hectic ngurusin cowo2 itu
Kangen rasanya sama tidur siang yang semau-maunya, hang out lagi sama temen2 sampe lupa waktu, belanja-belanji buat ujung rambut sampe ujung kaki..
Pokoknya semua yang biasa lo lakukan waktu lo masih single
Biasanya, gw menabahkan hati dengan berpikir,
‘yah, namanya juga anak kecil.. ntar deh nunggu gede-an dikit.. SD lah gitu jadi ngga terlalu ribet kayak masih batita..’
demi mengkonfirmasikan pikiran gw itu, gw pun nanya sama teman yang anaknya uda pada remaja semua.
‘eh, enak kali ya kalo lo kan anaknya uda pada gede2.. jd ngga ribet lagi kan ya..?’ tanya gue dengan tatapan ngarep.
‘enak apaan… tetep aja gue ribet. Pulang kantor, ngecek dulu keadaan rumah rapih apa ngga. Abis mandi dan makan, bukannya leha-leha tapi gue ngawasin anak gue bikin PR. Trus ngajarin dia klo ada pelajaran yang dia ngga ngerti. Belum prakarya dari sekolah. Belum rapat orang tua murid dan guru. Belum kalo dia berantem di sekolah. Belum lagi kalo nilainya anjlok… belum lagi kalo begini.. belum lagi kalo begitu.. pergaulan bebas, narkoba, dst dst dst…’ temen gw nyerocos.
oh.my.goat.
oh.my.dog.
oh.my.crocs.
being a mother. It’s indeed a lifetime job.
But, do I ever regret it? ABSELOUTELY NOT.
Menurut gue ilustrasinya kira-kira kayak gini :
Kalau baru jadian atau baru nikah, banyak pasangan bilang ‘you complete my life’.
Kalau udah punya anak ,’they perfect my life’
Kira-kira gitu deh
Kalo lagi manis-manis sih..ugh.. lucu-lucu, nggemesin dan ngangenin banget
Tapi kalo berandalnya lagi kumat (maklum lah cowo-cowo itu) ugh.. rasanya mau disimpen aja dibelakang lemari ;P
Kadang, kalo lagi hectic ngurusin cowo2 itu
Kangen rasanya sama tidur siang yang semau-maunya, hang out lagi sama temen2 sampe lupa waktu, belanja-belanji buat ujung rambut sampe ujung kaki..
Pokoknya semua yang biasa lo lakukan waktu lo masih single
Biasanya, gw menabahkan hati dengan berpikir,
‘yah, namanya juga anak kecil.. ntar deh nunggu gede-an dikit.. SD lah gitu jadi ngga terlalu ribet kayak masih batita..’
demi mengkonfirmasikan pikiran gw itu, gw pun nanya sama teman yang anaknya uda pada remaja semua.
‘eh, enak kali ya kalo lo kan anaknya uda pada gede2.. jd ngga ribet lagi kan ya..?’ tanya gue dengan tatapan ngarep.
‘enak apaan… tetep aja gue ribet. Pulang kantor, ngecek dulu keadaan rumah rapih apa ngga. Abis mandi dan makan, bukannya leha-leha tapi gue ngawasin anak gue bikin PR. Trus ngajarin dia klo ada pelajaran yang dia ngga ngerti. Belum prakarya dari sekolah. Belum rapat orang tua murid dan guru. Belum kalo dia berantem di sekolah. Belum lagi kalo nilainya anjlok… belum lagi kalo begini.. belum lagi kalo begitu.. pergaulan bebas, narkoba, dst dst dst…’ temen gw nyerocos.
oh.my.goat.
oh.my.dog.
oh.my.crocs.
being a mother. It’s indeed a lifetime job.
But, do I ever regret it? ABSELOUTELY NOT.
Labels:
A flick in my mind,
Life oh Life,
Ohana means Family
Monday, March 22, 2010
Simple Things In Life

Diantara semua keruwetan, pergumulan, dan kesusahan dalam hidup
beberapa hal masih dirasakan berarti dan bernilai
dan beberapa diantaranya, sederhana.
Seperti melihat istri yang diantar suaminya untuk naik bis/angkutan umum
sebelum naik sang istri menyempatkan diri untuk cium tangan suaminya.
sang suami juga ngga langsung pergi gitu aja,
tapi dia terus melihat sang istri naik ke atas bis seolah memastikan diri bahwa si istri akan baik-baik saja.
Seperti mendengar pengamen di dalam bis
dari beberapa yang kalo nyanyi suaranya pake towa dengan suara yang maksa,
kadang ada pengamen yang biasa-biasa aja tapi cukup kreatif
kayak pengamen yg td gw dengerin di bis 76 jurusan Ciputat-Senen
dia nyanyi 5 lagu tapi selang seling lagu indo dan lagu barat.
Lagu indo-nya yang lagi in sekarang ini (you name it lah..
de massiv, armada) sementara lagu baratnya yang rada jadul tp masih enak didenger (The BeeGees, The Beatles, Michael Bolton)
Nyanyinya santai dan kedengeran menikmati apa yang dia nyanyikan
tidak hanya semata-mata mengharapkan recehan buat makan
Seperti juga ketemu temen-temen lama yang udah nun jauh di benua sana
dan saat dia main ke indo, kita masih saling kontak dan ngobrol-ngobrol
Seperti ngelihat anak kita tidur
walaupun tidur dengan mulut mangap tapi tetep keliatan lucu
mencium bau rambutnya, bau badannya
walaupun kadang bandel banget tapi pasti ngangenin
dan semuanya didasari oleh
CINTA
Ngga mungkin klo ngga cinta,
Si istri mau cium tangan suaminya
Si suami perhatian bgt sama istrinya
Si pengamen nyanyi sepenuh hati
Temen-temen masih kangen sama kita
Anak bisa jadi obat kangen
…
simple things in life
one of it we called LOVE
Monday, March 15, 2010
Dari Lubuk Hati Paling Dalam
Allah, Hakim yang Adil (Mazmur 7:2-6, 9-12a)
Ya, TUHAN, Allahku, padaMu aku berlindung;
Selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku
dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini :
jika ada kecurangan di tanganku,
jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku,
atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,
maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku,
dan menginjak-injakan hidupku ke tanah,
dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu.
… hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar,
dan apakah aku tulus ikhlas.
Biarlah berakhir kejahatan orang fasik,
tetapi teguhkanlah orang yang benar,
Engkau, yang menguji hati dan batin orang,
ya ALLAH yang adil.
Perisai bagiku adalah ALLAH,
yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
Allah adalah Hakim yang adil.
---
From The Deepest Side Of My Heart
Psalm 7
O LORD my God, I take refuge in you;
save and deliver me from all who pursue me,
or they will tear me like a lion
and rip me to pieces with no one to rescue me.
O LORD my God, if I have done this
and there is guilt on my hands-
if I have done evil to him who is at peace with me
or without cause have robbed my foe-
then let my enemy pursue and overtake me;
let him trample my life to the ground
and make me sleep in the dust.
Judge me, O LORD, according to my righteousness,
according to my integrity, O Most High.
O righteous God,
who searches minds and hearts,
bring to an end the violence of the wicked
and make the righteous secure.
My shield is God Most High,
who saves the upright in heart.
God is a righteous judge.
Ya, TUHAN, Allahku, padaMu aku berlindung;
Selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku
dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini :
jika ada kecurangan di tanganku,
jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku,
atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,
maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku,
dan menginjak-injakan hidupku ke tanah,
dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu.
… hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar,
dan apakah aku tulus ikhlas.
Biarlah berakhir kejahatan orang fasik,
tetapi teguhkanlah orang yang benar,
Engkau, yang menguji hati dan batin orang,
ya ALLAH yang adil.
Perisai bagiku adalah ALLAH,
yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
Allah adalah Hakim yang adil.
---
From The Deepest Side Of My Heart
Psalm 7
O LORD my God, I take refuge in you;
save and deliver me from all who pursue me,
or they will tear me like a lion
and rip me to pieces with no one to rescue me.
O LORD my God, if I have done this
and there is guilt on my hands-
if I have done evil to him who is at peace with me
or without cause have robbed my foe-
then let my enemy pursue and overtake me;
let him trample my life to the ground
and make me sleep in the dust.
Judge me, O LORD, according to my righteousness,
according to my integrity, O Most High.
O righteous God,
who searches minds and hearts,
bring to an end the violence of the wicked
and make the righteous secure.
My shield is God Most High,
who saves the upright in heart.
God is a righteous judge.
Monday, January 04, 2010
Tahun Baru ngapain aja?

1. Mudik ke rumah nyokap
2. Standar : ibadah keluarga ; bakar ayam, jagung, ubi ; main monopoli ; pasang kembang api ; nonton tv
3. Bolak balik ke dokter secara 2 cowo ganteng itu sakit sampai2 menghabiskan dana 500rb lebih..ck..ck..ck.. langsung bokek ;P (goodbye avatar..)
4. Puas2in main2 dan becanda2 sama sodara2 dan anak2
Tuesday, December 22, 2009
Bad side of being sick
Wednesday, December 16, 2009
Sakit

(bukan gambar tangan gw sih.. tp kmaren jg gw diinfus di tempat yang sama kayak di gambar)
pantesan badan gw rasanya ngga enak banget
padahal uda minum vitamin
tapi masih ada yang aneh
ternyata...
puncaknya jum'at kemaren itu
pulang dari the cafe langsung drop
hasilnya, terpaksa masuk rumah sakit langganan
ealah.. langganan kok rumah sakit..
gitulah
infus, suntik alergi, cek darah, cek tensi dan suhu badan
oh oh oh sedih bener
gak ketemu Cameron n Zefanya
kerjaan pasti numpuk
oh oh oh
tapi sisi bagusnya, gw bisa istirahat tidur
selama yang gw mau
kesempatan yang sebelumnya langka
Friday, December 04, 2009
Curhatan di Jumat Pagi
ugh lelahnya
even uda tidur tp masih ngrasa cape banget
Rabu kmaren pulang dari kantor jam 9 malem
ngerjain bahan meeting buat Kamisnya
yang belum kelar
ditambah ngerjain data buat account2 lainnya
ternyata di Lebak Bulus ada pertandingan persija
tau sendiri deh suporter persija kayak apa ngeselinnya
akhirnya sampe rumah jam 11 malem
Kamisnya ribet banget
naik 76 dari Ciputat
mana tau ternyata ntu bis rem-nya blong
hampir aja nabrak anak kecil.. kebayang ga?
akhirnya di ps. jumat gw pindah bis aja
alhasil telat masuk
karena meetingnya jam 2, brarti jam 1 uda harus jalan
belum makan siang
belum dandan
belum nyatok
uda gitu gak dapet mobil
emosi jiwa deh
malemnya pulang kantor jam 1/2 8
karena beres2 meja dulu, rapihin data2 dulu
pulangnya mampir ke rumah nyokap dulu
krn kakak gw ulang tahun
sampe jam 9 malem
pulang jam 1/2 11 an
baru tidur jam 12-an
jam 5-an tadi sih Efan uda bangun
sempet becanda dikittt krn gw masih nguantukkk
mungkin krn dia liat gw masih ngantuk
akhirnya dia ikutan tidur juga
kita baru bangun jam 1/2 8
siap-siap kerja lagi
belum booking belum follow up u/w
quotations belum kelar.. lama amat sih orang2 itu
cape bener...
oh kehidupan ini...
even uda tidur tp masih ngrasa cape banget
Rabu kmaren pulang dari kantor jam 9 malem
ngerjain bahan meeting buat Kamisnya
yang belum kelar
ditambah ngerjain data buat account2 lainnya
ternyata di Lebak Bulus ada pertandingan persija
tau sendiri deh suporter persija kayak apa ngeselinnya
akhirnya sampe rumah jam 11 malem
Kamisnya ribet banget
naik 76 dari Ciputat
mana tau ternyata ntu bis rem-nya blong
hampir aja nabrak anak kecil.. kebayang ga?
akhirnya di ps. jumat gw pindah bis aja
alhasil telat masuk
karena meetingnya jam 2, brarti jam 1 uda harus jalan
belum makan siang
belum dandan
belum nyatok
uda gitu gak dapet mobil
emosi jiwa deh
malemnya pulang kantor jam 1/2 8
karena beres2 meja dulu, rapihin data2 dulu
pulangnya mampir ke rumah nyokap dulu
krn kakak gw ulang tahun
sampe jam 9 malem
pulang jam 1/2 11 an
baru tidur jam 12-an
jam 5-an tadi sih Efan uda bangun
sempet becanda dikittt krn gw masih nguantukkk
mungkin krn dia liat gw masih ngantuk
akhirnya dia ikutan tidur juga
kita baru bangun jam 1/2 8
siap-siap kerja lagi
belum booking belum follow up u/w
quotations belum kelar.. lama amat sih orang2 itu
cape bener...
oh kehidupan ini...
Monday, November 30, 2009
CAPE
sebel sebel sebel
lama lama lama
deadline deadline deadline
panik panik panik
kebelet pipis kebelet pipis kebelet pipis
Oh what a day...
lama lama lama
deadline deadline deadline
panik panik panik
kebelet pipis kebelet pipis kebelet pipis
Oh what a day...
Labels:
Day to day activities,
Life oh Life
Subscribe to:
Posts (Atom)


